TEKNOLOGI INFORMASI MEMBUKA CAKRAWALA BARU

Jakarta, 7/12/2007 - Kehadiran Teknologi Informasi (TI) membuka cakrawala baru cara orang berkomunikasi di Indonesia serta peluang baru dalam berbisnis, karena salah satu elemen penting dalam globalisasi adalah partisipasi massal dalam berbagai aspek kehidupan secara sosial, politik, ekonomi, dan lainnya. Sementara untuk mengembangkan dan menguasai teknologi tinggi dibutuhkan tiga persyaratan utama yaitu basis material, basis kognitif, dan basis sosial. “Ketiga prasyarat tersebut merupakan kualifikasi yang harus ada (precondition of necessity), suatu prasyarat imperative,” kata Kepala Badan Litbang SDM Depkominfo Aizirman Djusan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kapuslitbang Postel Baringin Batubara pada seminar hasil “Studi Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Bangsa melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi” di Jakarta, Jumat (7/12). Prasyarat material menyangkut persediaan dana yang besar untuk pendanaannya dan investasi lebih lanjut, kemudian diharuskan pula tersediannya SDM yang memiliki jiwa inovatif, kreatif, dan imajinatif, yang merupakan prasyarat kognitif, dan prasyarat sosialnya menyangkut akses dan kontrol dari struktur masyarakat dalam melaksanakan, memanfaatkan, dan menikmati hasil dari teknologi tersebut. Disebutkan bahwa kepercayaan pada penerapan teknologi tinggi sebagai jalur utama untuk menyongsong masa depan yang cerah, sudah demikian menguasai pandangan para pengambil kebijakan. Sikap seperti itu cukup sehat, asalkan masih dalam konteks penglihatan yang rasional, sehingga akan menimbulkan iklim yang mendorong munculnya kreativitas, gagasan produktif, dan berorientasi pada tindakan, yang pada gilirannya akan melahirkan serangkaian proses inovasi dalam bidang teknologi. “Kalau dalam dinamika masyarakat telah timbul iklim kreativitas, yang merupakan salah satu aspek penting dari inovasi teknologi tinggi, barulah boleh dikatakan bahwa teknologi tinggi telah membudaya pada masyarakat Indonesia,” ungkapnya. Dikatakannya, teknologi informasi membawa pengaruh pada kehidupan masyarakat. Dari segi teknis, ada dampak terhadap pengadaan SDM. Teknologi komunikasi memerlukan kemahiran, pengetahuan, dan kemampuan untuk menjalin berfungsinya perangkat keras. Dari segi etik, ada dampak yang menyangkut privacy dan kerahasiaan pembicaraan, konsep yang munkin asing pada budaya-budaya komunikasi tertentu. Dari segi kelembagaan, penerapan teknologi informasi memerlukan organisasi besar dan mempunyai dampak sosial yang sangat besar pula. Jaringan dan struktur industri telekomunikasi dapat mempengaruhi struktur ekonomi dan masyarakat, kebijakan dan pelayanan sosial pemerintah, serta arah perkembangan di berbagai sektor kehidupan, sedangkan dari segi pengertian kultural yang sempit, telekomunikasi mempunyai potensi dampak pada budaya komunikasi, nilai-nilai sosial budaya, sikap, perluasan wawasan, dan sebagainya. Semakin konvergensinya (penyatuannya) perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi dewasa ini, telah mengakibatkan semakin beragamnya pula aneka jasa-jasa fasilitas telekomuikasi yang ada, serta semakin canggihnya produk-produk teknologi informasi yang mampu mengintegrasikan semua media informasi. Di tengah globalisasi komunikasi yang semakin terpadu, serta dengan semakin populernya internet membuat dunia semakin menciut dan semakin memudarkan batas-batas Negara berikut kedaulatan dan tatanan masyarakatnya. Perpaduan teknologi serta inovasi yang dihasilkan dari teknologi telekomunikasi, informasi dan penyiaran mempengarui pola pandang manajemen pengaturan atau regulasi yang telah ada, karena konvergensi teknologi menghasilkan berjenis-jenis layanan-layanan baru yang belum ada sebelumnya, bahkan tak terpikirkan sama sekali. (T. Gs/toeb/c)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.