EKONOMI NASIONAL 2008 DALAM PENURUNAN EKONOMI DUNIA
Jakarta, 2/1/2008 (Kominfo-Newsroom) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, penurunan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2008 tidak akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional karena sudah pada arah yang benar dengan fundamental terus menguat dan terbukti mampu bertahan dari berbagai gejolak ekonomi dunia.
“Prestasi pasar modal Indonesia berhasil meningkatkan pertumbuhan sebesar 52 persen, dan ini merupakan gambaran bahwa telah terjadi perbaikan dan tren yang positif dari perekonomian nasional Indonesia. Baik itu makro ekonomi maupun sektor riil,” kata Presiden dalam sambutannya usai membuka perdagangan BEI di Jakarta, Rabu (2/1).
Prestasi pasar modal itu juga menunjukkan bahwa stabilitas keamanan dan politik, serta kondisi masyarakat di seluruh tanah air sangat baik, karena peningkatan pasar saham terkait pada kepercayaan investor di pasar modal.
Untuk itu, Presiden Yudhoyono meminta para pelaku pasar modal untuk terus meningkatkan prestasinya, terutama dalam memperbesar kontribusi pasar saham terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
“Saya berharap lebih banyak lagi emiten di BEI, termasuk investor individu. Jika keduanya bisa diperkuat, maka pasar modal bisa kuat terhadap goncangan ekonomi dunia,” katanya.
Presiden juga mengatakan, meski diprediksikan terjadi perlambatan ekonomi tahun 2008 ini, tapi hal ini jangan membuat cemas, karena prospek ekonomi Indonesia tahun 2008 tetap positif.
“Ramalan mengenai economic slown down memang harus diantisipasi namun jangan terlalu cemas. Dampak sub prime mortgage yang memukul banyak pasar finansial di banyak negara, tidak ada pengaruhnya terhadap keuangan kita, dan negara produsen minyak dan gas, namun demikian kita harus mengantisipasi dan merespon dengan tepat, apabila ternyata berpengaruh tidak baik bagi perekonomian kita,” ujarnya.
Kepala Negara mengemukakan bahwa pertumbuhan perekonomian dunia diperkirakan akan turun dari 5,2 persen pada tahun 2007 menjadi 4,8 pada tahun 2008 sehingga pemerintah harus mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional dan segera mencari peluang untuk mengatasi pelambatan itu.
Ada tiga peluang untuk yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi penurunan pertumbuhan ekonomi dunia yaitu, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang positif saat ini, mendorong pembangunan infrastruktur yang bisa menggerakkan sektor ekonomi lain dan menjaga kestabilan makro ekonomi. (T.Ys/toeb/b)